Posts Tagged ‘touring’

Spy Shots BMW R1200GS 2012, dengan Radiator

20 Agustus 2011

Baca baca Motorcycle-USA, ada penampakan motor baru dari BMW, yaitu sang legenda adventure touring, R1200GS.

2012 version

Foto ini dijepret oleh Brenda Priddy & Company, radiatornya ga kelihatan, cuma kelihatan kaya kipas di bagian atas di dalam bodywork. Bodyworknya kelihatannya juga baru, agak melancip gitu. Terlihat juga side box yang ada tulisan R1200GS.
Perubahan yang lain adalah drive train system, yaitu shaft drive yang tadinya di kanan, sekarang pindah di kiri, seperti motor ber mono-arm normal :mrgreen:

gs

Tadinya di kanan

ms

vfr

Tuh kan, normalnya di kiri :mrgreen:

Selain tadi kelihatan kipasnya, ada lagi blok silinder yang ga pake sirip-sirip lagi, pertanda sudah make water jacket. Lalu ada lagi rem depan yang sekarang menggunakan radial mounted caliper. Dan juga knalpot terlihat menggunakan buatan Akrapovic.
Oh ya, BMW sudah memproduksi motor type boxer dengan pendingin udara sejak 1923. Dan kemungkinan penggunaan mesin berpendingin air ini digunakan agar lebih bisa bersaing dengan motor adv-touring sekelasnya. Apalagi upgrade liquid-cooling bisa menambah performa sang GS untuk bersaing melawan “another liquid-cooling twins” seperti Ducati Multistrada 1200 dan Yamaha R1200GS.

Sumber dari Moto-USA

Iklan

Apakah Ini Pembodohan Otomotif??

21 Maret 2011

Wah, maaf, sekarang dah agak jarang posting.Buka Blog aja juga ga pernah. Gara2 harus serius belajar buat ujian masuk salah satu perguruan tinggi swasta di Jogjakarta yang terkenal dengan fakultas teknologi mineralnya.
NAh,sekarang kembali ke topik. Ceritanya beberapa hari lalu waktu servis ke2 Scoopy. Waktu itu, untuk menghilangkan rasa bosan menunggu, saya baca2 majalahnya AHM, yang namanya saya lupa. Saya baca pada suatu halaman, yang membahas tentang touring. Di situ terlihat sebuah Honda Vario dan ridernya yang terlihat safety dan bergaya touring..

di gambar sih safety

Tapi, setelah dibaca, mata saya langsung terbelalak. Tak lain adalah adanya suatu kalimat yang menganjurkan untuk menggunakan lampu Strobo saat touring. Kira kira seperti ini gambarnya.

maaf agak kurang jelas, terbatas di kamera.

Nah,disitu bisa dibaca,isnya seperti ini,”Buat touring, lampu strobo sangat disarankan, tapi kalo budget ngga memungkinkan, ngga pasang juga ngga apa apa.”

Hmm, kok gitu ya? Apa penulis artikel di majalahnya ga ngobrol2 dulu sama orang AHM yang jago safety riding dan tau UU waktu bikin tuh artikel?
Padahal kan sudah ada UU tentang penggunaan lampu isyarat (strobo) yang hanya boleh digunakan pada kendaraan tertentu (padahal motor turing kan ga masuk pada klasifikasi “terntu”)
Apa emang sengaja? Wlopun majalahnya ga beredar bebas, tapi kan kalo ada yang baca terus masang lampu strobo, trus ditilang gimana?
Udahlah, mendingan kita sama2

Peace..

Gambar minta bro Bennythegreat

My New Riding Boots

5 Desember 2010

Kalo bosen sama yang korea koreaan kaya kemaren, sekarang ke lokal product. Tapi bukan motor, yaitu riding boots.


Tomkins POLO

FYI, product ini asalnya kalo ga salah dari Bandung. Juga sudah terkenal di komunitas n klub klub motor. Saya sendiri beli sepatu ini karena terracuni oleh temen temen klub yang pada pake. Apalagi salah satu anggota klub ada yang jual, jadi bisa dapet harga “persaudaraan” :mrgreen:
Bicara soal desain sih relatif ya, tapi menurut saya cukup keren,walopun desainnya ga ada yang terlalu spesial seprti RVR Reckon. Tapi boot ini punya nilai lebih, yaitu harga yang lebih bersahabat,hehe.
Oh iya, pertama pesen, tadinya mau ukuran 43, tapi ternyata dah abis. “43nya abis ken,tinggal 1 tapi 44, liat dulu aja deh di kost,” kata Bung Yus yang juga reseller berbagai macam box GIVI n KAPPA ini. Akhirnya saya ke kostnya Bung Yus dan mencoba sepatunya. Lhoh, kok?!?! Kok pas ya? Apa kakiku emang gede, apa ukurannya yang salah? :mrgreen:

44 cuy!

Setelah deal harga, saya bayar, trus bawa pulang deh. Terus saya lihat lihat lagi sepatunya, eh ada yang menarik, yaitu suatu aksen di bagian belakang sepatu yang seperti ini nih!

Tuh liat, ada aksen abu abu yang bisa memantulkan cahaya di belakang. Lalu ada juga shift pad buat nyungkil nyungkil persnel di motor laki

Terus sistem pengikatnya tanpa tali, hanya semacam pengerat gitu, tapi lumayan kuat. Oh iya, menurut temen teman klub yang pake, katanya waktu keujanan, kalo pake boots ini, kaki ga basah lho selama ga ada air yang masuk dari atas.


perekatnya. kalo ujan ga basah, ada semacam plastik di balik perekatnya.

Tapi salah satu yang saya ga suka, yatu ga ada toe slidernya. Tapi ya gapapa lah, yang penting dah lumayan keren n safety, daripada pake sepatu kets.
oh ya, FYI, harga yang tertera dikardusnya yaitu Rp 290.000. Kalo berminat, cari aja di toko2 asesoris, atau kalo temen temen yang di daerah Solo n sekitarnya bisa add FB temen ane, search aja Bung Yus Sedia Givi.
Last, boots ini emang belum pernah saya pake,insyaallah, Senin besok mau turing deket deket aja sama pacar tercinta ke Telaga Sarangan, Magetan. Review menyusul, sekalian review Pulsar200 ane.

OK, sekian dulu aja ah… 😀